SIRO-597Pengalaman AV amatur merakam 150

3 jam yang lepas 24.8K tontonan

Butiran

Kod
SIRO-597
Jenis
Amatur
Tarikh keluaran
2011-04-27
Tempoh
0:52:01
Studio
TV amatur
Genre
amatur tembak
Tag
SIRO

Dia merenung kosong ke siling dalam cahaya matahari pagi yang lembut menyinari tingkap. Ia mengingatkan saya kepada lelaki yang saya baru putus cinta. Sehingga baru-baru ini, saya melihat wajahnya yang sedang tidur di sebelah saya. Pada suatu malam, sebaik sahaja saya masuk ke dalam bilik, dia menolak saya dengan kuat. Sejak saya mula berkencan dengannya, perkara ini menjadi perkara harian, tetapi seperti biasa, saya cuba melawan sambil berkata, ``Apa yang berlaku secara tiba-tiba?!'' Tetapi seperti biasa, ia tidak berguna. Tangannya terselit di dalam pakaiannya. Colinya segera ditanggalkan dan payudaranya terdedah. Dia mengurut payudaranya perlahan-lahan supaya dia dapat menikmati kelembutan payudaranya. Dari situ, dia menuntun mulutnya dan menghisap dan menjilat segala selain puting, kemudian menghisap puting itu juga. Dia mencubit puting anda di antara lidah dan bibir atasnya. Ia berasa sangat baik. Keluhan keluar dari bibirnya. Saya gatal dan pinggul saya bergerak sendiri. Dia membelai perlahan belakang dan sisi anda dengan hujung jarinya. Setiap kali hujung jarinya menyentuhnya, dia tersentak dan memanah punggungnya. Kemudian, tangannya perlahan-lahan bergerak mendekati seluarnya. Dia mengusap tepi kelangkang seluarnya dengan hujung jari dan menarik beberapa bulu kemaluan yang terjulur keluar. “Cepatlah~” Dia berasa gatal untuk disentuh dengan cepat. Pinggulnya banyak bergerak. Dia seronok melihatnya begitu. Dan akhirnya, tangannya dimasukkan ke dalam seluarnya. Farajnya sudah licin kerana diusik. "Kenapa awak berlendir sangat? Bukan awak baru mandi ke?", dia cuba menyerangnya dengan kata-kata. Jari tengah dimasukkan ke dalam. Pada masa yang sama, dia mengeluarkan suara yang kuat, "Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa... Pinggulnya juga bergerak-gerak dengan gerakan jari-jarinya. Untuk sementara waktu, dia mengaduknya perlahan-lahan dengan jari-jarinya, dan kali ini dia menggosoknya dengan lembut pada kulitnya. sentuh yang mungkin atau mungkin tidak terkena. Kemudian saya memicitnya ke tepi, mengambilnya dengan kulit dan meramasnya, kemudian meletakkan jari tengah saya di atasnya dan menggerakkannya dalam gerakan membulat ``Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa dan merangkap, dan saya akan meraba...'' Dia berbaring dengan muka terlentang di atas katil her from behind. The next morning. I wake up and look at him next to me. It was a cute sleeping face that you couldn't imagine from the slightly mean play. Now, I can no longer see her sleeping face like that. I felt a little lonely. That afternoon, when he was walking around town with some free time, he happened to be scouted. She wanted to try something new for a change of pace. He thought it was a good opportunity and decided to appear. This is her first photoshoot. My hati dipenuhi dengan penantian.

Anda Mungkin Suka

Kembali ke atas